Selasa, 26 Agustus 2014

Meteor Seberat 55juta Ton Pernah Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi

Meteor Seberat 55juta Ton Pernah Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi
 Ilustrasi: Meteorit2005YU55
UniverScience- Tahukah anda bahwa saat Anda membaca artikel ini, lapisan atmosfer tempat kita berlindung sedang dibombardir oleh meteor dari luar angkasa. Meteor-meteor tersebut ada di langit tempat kita berada saat ini, namun atmosfir selalu menjalankan fungsinya dengan baik, atmosfir menjadi tameng agar meteor tidak jatuh membentur bumi, dia berfungsi seperti payung yang melindungi kita dari hujan. Namun, bukan berarti semua meteor dapat ditangkis oleh atmosfir, kenyataannya ada beberapa meteor yang masih lolos dan jatuh ke bumi. Lihatlah Video dibawah ini, betapa meteor selalu membombardir bumi seperti hujan yang jatuh ke bumi.



Yang mungkin tidak pernah kita fikirkan atau bahkan kita tidak mengetahui sama sekali bahwa sebenarnya jutaan meteoroid di ruang angkasa merupakan ancaman besar bagi keselamatan kehidupan di muka bumi ini, meteor dalam ukuran  sangat besar menghujani bumi setiap saat dengan disertai api yang siap melalap habis apapun yang diterjangnya. Sebuah meteoroid bisa saja jatuh ke Bumi setiap waktu, tepat di tempat saat ini kita  berada. Dan jika hal itu terjadi, maka bisa berarti itu adalah akhir dari seluruh kehidupan umat manusia dan kehidupan di muka bumi.

Beberapa tahun yang lalu dilaporkan bahwa bahwa sebuah Meteoroid berukuran luar biasa besar dengan   berat 55 juta ton akan melintas sangat dekat dengan Bumi dan akan melintasi bumi tepat pada tanggal 8 November 2011. Menurut perhitungan para ahli, jarak antara bumi dan meteoroid tersebut adalah 35.000 KM, sebuah jarak paling dekat dalam sejarah perlintasan meteoroid  yang pernah melintasi bumi. Enam tahun sebelumnya (2005)  para astronom sudah mengetaahui akan hal tersebut

Jika Meteoroid  yang dikenal sebagai 2005YU55, ini menghantam Bumi, maka akan meninggalkan dampak seperti bom atom seberat 65.000 ton dan akan menimbulkan dampak ledakan yang sangat dahsyat, dan akan meninggalkan kawah sedalam 600 meter.
Meteor Seberat 55juta Ton Pernah Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi
Ilustrasi Meteoroid 2005YU55
Banyak meteoroid telah melintas di dekat Bumi pada tahun-tahun sebelumnya. Pada tanggal 15 Maret 2002, Meteorit dengan diameter 50 sampai 100 meter dalam jarak 450.000 kilometer dari Bumi melintas di langit bumi. Jika benda tersebut menghantam bumi maka  akan menyebabkan ledakan setara dengan sebuah bom nuklir dengan daya ledak yang sangat dahsyat.

Kemudian pada tanggal 22 Juni 2002, sebuah meteorit seukuran lapangan sepakbola melintas  lebih dekat dengan bumi, yaitu pada jarak 120.000 kilometer dengan kecepatan 37.000 kilometer per jam. Jika salah satu dari meteoroid ini menghantam bumi maka kemungkinan saat ini, Anda tidak membaca artikel ini.
Meteor Seberat 55juta Ton Pernah Melintas Sangat Dekat Dengan Bumi
Meteor yang pernah melintas di Bumi dan masih dalam perjalanan untuk melintasi Bumi
 Namun alam sudah dibuat sedemikian rupa oleh Penciptanya, Meteor yang jatuh melintasi atmosfir bumi mengalami gesekan dengan molekul-molekul udara yang ada di atmosfer. Meteor yang jatuh ke Bumi terbakar pada lapisan Mesosfer, di tempat ini terjadi hukum geotermis dimana setiap kenaikan 100 meter akan terjadi penurunan suhu 0,4 derajat celcius. Suhu terendah yang dapat dicapai pada lapisan ini adalah minus 100 derajat Celcius.  Massa udara dingin tersebut mampu membakar meteor dan benda langit lain yang hendak masuk ke Bumi. Kecepatan yang begitu tinggi yang ditempuh oleh meteor saat jatuh ke Bumi menyebabkan gesekan yang sangat luar biasa besar, sehingga membuatnya terbakar sebelum sampai ke Bumi.

Sungguh sangat luar biasa sistem yang terjadi di alam raya ini, semuanya berjalan begitu teratur menjalankan fungsinya masing-maing tanpa ada kesalahan. Ketika Anda menggunakan payung saat musim hujan untuk melindungi anda dari hujan, maka Anda akan meletakkan payung yang sudah dikembangkan di atas kepala Anda, dan payung dapat berada diatas kepala Anda karena kehendak Anda. Pertanyaannya adalah siapa yang meletakkan payung bumi berupa Atmosfir untuk melindungi kehidupan di muka bumi? Pasti Anda akan menjawab bukan manusia. Tugas kita semua untuk menemukan jawabannya, yang pasti kita adalah manusia cerdas dan punya akal.(RR/tr/14)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar